GOD IS GOOD

GOD IS GOOD
KASIH YESUS MENAUNGI BUMI

Minggu, 28 November 2010

ESCHATOLOGY


MASA KESUKARAN YANG BESAR

Garis Besar      :     1.   Waktunya masa kesukaran yang besar
2.   Keadaan selama masa kesukaran ng besar
3.   Persiapan untuk masa kesukaran yang besar
a.   Persiapan yang tidak perlu kita laksanakan
b.   Persiapan yang perlu kita laksanakan
4.   Tanda meninggalkan kota-kota
5.   Tidak ada lagi orang yang mati sahit
6.   Laknat-laknat
a.   Waktu berlakunya laknat-laknat itu
b.   Luasnya laknat itu
c.   Laknat-laknat apakah itu
7.   Umat Allah dilindungi
8.   Bentuk-bentuk keagamaan dilangsungkan di bumi ini
9.   Penipuan keagamaan
a.   Rasal-rasul Tiruan
b.   Kristus Tiruan
10. Perintah membunuh
a.   Sebab-sebab adanya perintah itu
b.   Waktunya perintah itu
c.   Siapakah yang mengeluarkan perintah itu
d.   Perintah akan ditentukan waktunya berakhir
e.   Apa yang perintah itu nyatakan.

ESCHATOLOGY

SERUAN NYARING PALSU DARI SETAN

Garis besar:      1.   Waktu dan maksud
                        2.   Mengapa tidak begitu banyak mujizat yang sejati sekarang ini
                        3.   Tanda ajaib setan untuk menipu
                        4.   Bagaimana tanda ajaib ini dilaksanakan
                              a.   Melalui spiritisme
                              b.   Melalui macam-macam ilmiah
                              c.   Melalui kuasa penyembuhan setan
                        5.   Dua pernyataan Robert secara lisan melalui terang S.O.P.

Definis        :  Istilah “Seruan Nyaring” dimaksudkan untuk pekabaran terakhir yang diberikan kepada dunia ini sesudah adanya undang-undang hari Minggu dimana banyak mujizat sejati akan ditunjukkan.  Ini akan dipelajari pada pasal 6.  Sebab itu yang palsu adalah program penyembuhan tiruan yang akan dipromosikan setan mendahului penyembuhan yang sejati.

1.   Waktu dan Maksud
            “Saya melihat bahwa Allah memiliki anak-anak yang jujur di antara yang hanya bernama Advent dan gereja-gereja yang jatuh, dan sebelum kutuk itu dicurahkan, pendeta-pendeta dan anggota-anggota akan dipanggil ke luar dari gereja-gereja ini dan dengan senang hati akan menerima kebenaran.  Setan mengetahui hal ini; DAN SEBELUM SERUAN NYARING pekabaran malaikat yang ketiga diberikan, IA AKAN MENIMBULKAN SUATU KERAMAIAN DI DALAM TUBUH AGAMA-AGAMA INI, sehingga mereka yang telah menolak kebenaran itu mengira bahwa Allah masih tetap bekerja dengan gereja mereka.

      Tetapi terang akan bersinar, dan semua orang-orang jujur akan meninggalkan gereja yang jatuh, lalu mereka berdiri di pihak umat yang sisa.” EW 261.

            “Kendatipun kemerosotan iman dan kesalahan merajalela, masih ada pengikut-pengikut Kristus yang setia dalam gereja-gereja ini.  Sebelum dilangsungkan penghakiman Allah yang terakhir atas dunia ini, di antara Umat Tuhan akan terjadi suatu kebangunan rohani, yang belum pernah disaksikan sejak zaman para rasul.  Roh dan kuasa Allah akan dicurahkan ke atas anak-anakNya.  Pada saat itu banyak orang akan memisahkan diri dari gereja-gereja dimana kasih terhadap dunia telah menggantikan kasih kepada Allah dan firmanNya.  Baik para pendeta maupun orang awam, banyak yang dengan senang hati akan menerima kebenaran besar itu yang akan diperintahkan Allah untuk dimashurkan pada saat ini untuk mempersiapkan suatu umat bagi kedatangan Kristus kedua kali.  Musuh jiwa ingin menghalangi pekerjaan ini; dan saat bagi pergerakan itu tiba, ia akan berupaya menghalangi oleh memperkenalkan suatu KEPALSUAN.  Di dalam gereja-gereja yang ia dapat taklukkan dibawah kuasa penipuannya, dia akan membuat seolah-olah berkat Allah yang istimewa sedang dicurahkan; di sana akan dinyatakan apa yang dianggap sebagai kepentingan rohani yang besar.
            Masyarakat umum akan bergembira karena Allah sedang bekerja secara ajaib bagi mereka, padahal pekerjaan itu berasal dari roh yang lain.  Di bawah kedok agama, setan akan berupaya memperluas pengaruhnya terhadap dunia Kristen….
            “Dalam banyak kebangunan rohani yang terjadi selama setengah abad belakang ini pengaruh-pengaruh yang sama telah berlangsung sedikit banyaknya yang akan nyata dalam pergerakan-pergerakan yang lebih luas dimasa mendatang.”  GC 464.

2.   Mengapa Hanya Sedikit Mujizat Sejati Sekarang Ini
            “Kesuksesan kita akan bergantung pada cara membawakan pekerjaan itu dengan sederhana dalam cara seperti Kristus membawakannya dengan sederhana.  Cara yang Kristus jalankan adalah mengkhotbahkan firman itu dan melepaskan yang menderita lewat tanda ajaib penyembuhan.  Tetapi kepada saya diberikan petunjuk bahwa sekarang ini kita tidak dapat jalankan dalam cara yang sama.  (Tidak sampai Seruan Nyaring yang sebenarnya, lihat Evang. 700-702), sebab setan juga akan bekerja melaksanakan segenap kuasanya melalui tanda ajaib.  Hamba Allah sekarang ini tidak dapat bekerja melalui sarana mujizat, sebab penyembuhan palsu, yang nampaknya dari Allah akan dipertunjukkan.”  EG White Ttestimony to the Gen Conference January 26, 1904 (Parenthesis supplied).

      Catatan     :  Karena sekaranglah saatnya mujizat palsu sedang dijalankan, jikalau ada orang yang mengatakan kepada kita mengenai keaslian gereja kita di atas dasar beberapa mujizat dibandingkan dengan beberapa tubuh agama, maka berikut ini haruslah menjadi jawaban kita;

            “Suasana pencobaan Kristus sudah menjadi suatu pelajaran bagi semua pengikutNya.  Bilamana musuh Kristus, melalui dorongan setan, memintakan mereka menunjukkan beberapa tanda ajaib, mereka harus menjawab dengan begitu ramah sebagaimana Anak Allah memberikan jawaban kepada setan, ada tersurat, janganlah engkau mencobai ALLAH Tuhanmu.”  JIKALAU MEREKA TIDAK DIYAKINKAN DENGAN KESAKSIAN YANG DIILHAMKAN, MAKA PERNYATAAN KUASA ALLAH TIDAK MENGUNTUNGKAN MEREKA PULA.”  Pekerjaan Allah yang ajaib tidak dinyatakan untuk memuaskan perasaan suka ingin tahu dari beberapa orang.  Kristus Anak Allah, menolak memberikan kepada setan bukti kuasa ini.  Ia tidak mengadakan suatu usaha untuk memindahkan setan ‘apabila’ melalui pertunjukkan mujizat.  Murid-murid Kristus akan dibawa pada posisi yang serupa.  Orang-orang yang tidak percaya akan memintakan mereka melakukan beberapa tanda ajaib, jikalau mereka percaya kuasa Allah yang istimewa berada di dalam gereja, dan menyatakan bahwa mereka adalah umat pilihan Allah.  Orang-orang yang tidak percaya yang disusahkan dengan kelemahan-kelemahan, akan menuntut mereka untuk mengadakan tanda ajaib ke atas mereka jikalau Allah bersama mereka.
            Pengikut-pengikut Kristus harus meniru contoh dari Tuhan mereka.  Yesus melalui kuasa IlahiNya, tidak melakukan suatu pekerjaan yang besar untuk menarik perhatian setan.  Begitu pula halnya dengan hamba-hamba Kristus.  Mereka harus arahkan orang-orang yang tidak percaya kepada yang tersurat, kesaksian yang diinspirasikan sebagai bukti kesetiaan mereka kepada Allah, dan pewaris keselamatan.”  Spiritual Gifts, Vol. 4,150, 151.

3.   Tanda Ajaib Setan untuk Menipu
            “Ketahuilah bahwa setan akan datang untuk menipu jika mungkin orang yang terpilih itu juga.  IA MENGATAKAN BAHWA DIALAH KRISTUS, dan ia sedang datang masuk, berpura-pura sebagai misionari medis yang besar.  Ia akan menurunkan api dari langit dihadapan manusia untuk MEMBUKTIKAN BAHWA DIALAH ALLAH.  Kita harus berdiri di belakang melalui kebenaran-kebenaran Alkitab.  Tirai kebenaran adalah satu-satunya tirai di mana kita dapat berdiri dengan aman.”  Testimonies, Series B, No. 2, hal. 33.
            “Waktunya sudah dekat disaat setan akan mengerjakan banyak mujizat UNTUK MEYAKINKAN PIKIRAN MEREKA YANG PERCAYA BAHWA DIALAH ALLAH.  Semua Umat Allah sekarang harus berdiri di atas mimbar kebenaran seperti yang telah diberikan melalui pekabaran malaikat ketiga.  Semua gambaran yang menyenangkan, semua tanda ajaib yang diberikan, akan dihadapkan agar supaya, jika mungkin, yang terpilih itupun akan tertipu.  Satu-satunya harapan bagi tiap orang adalah berpegang teguh pada bukti-bukti yang telah meneguhkan kebenaran dalam kebajikan.  Biarlah hal ini disampaikan berulang kali, sampai penutupan sejarah dunia.”  EG White, Review & Herald, Aug. 9, 1906.
            “Ia mengadakan pekerjaan penyembuhan, dan disembah oleh makhluk fana bagaikan seorang pemberi berkat bagi manusia.”  1 T 296.
            “Setan adalah musuh Kristus secara pribadi.  Ia adalah seorang yang telah memulaikan dan memimpin tiap pemberontakan di surga dan di bumi ini.  Kemarahannya bertambah:  kita tidak menyadari kuasanya.  Jikalau mata kita dapat dibuka untuk melihat malaikat-malaikat yang sudah jatuh bekerja dengan mereka yang merasa diri aman dan tenteram, maka kita tidak merasa begitu aman.  Malaikat jahat berada dijalanan kita setiap saat.  Kita mengharapkan satu kesiapan dari mereka yang dalam keadaan sulit untuk bertindak bilamana ada bujukan setan:  tetapi SELAMA PIKIRAN KITA TIDAK DIJAGA MELAWAN MUSUH YANG TAK KELIHATAN ITU, MEREKA MENCARI TEMPAT YANG BARU DAN MENGADAKAN TANDA AJAIB, MUJIZAT-MUJIZAT, DIHADAPAN KITA.  ADAKAH KITA BERSEDIA MENOLAKNYA MELALUI FIRMAN ALLAH, SEBAGAI SATU-SATUNYA SENJATA YANG KITA DAPAT GUNAKAN?
            Beberapa orang akan tergoda menyambut tanda ajaib ini seolah-olah datangnya dari Allah.  Orang-orang sakit akan disembuhkan dihadapan kita.  Mujizat-mujizat yang penuh dusta dari setan akan dipamerkan?  Adakah banyak jiwa yang akan diambil dan dijerat?  DENGAN BERALIH DARI PETUNJUK YANG JELAS DAN PERINTAH-PERINTAH ALLAH, SERTA MENYAMBUT YANG DONGENG, MAKA PIKIRAN BANYAK ORANG SEDANG MENERIMA MUJIZAT-MUJIZAT YANG PENUH TIPUAN INI.  KITA HARUS MENCARI PERLINDUNGAN TERHADAP UJIAN YANG SEGERA AKAN KITA HADAPI.  PERCAYA PADA FIRMAN ALLAH, belajar dan berdoa, dan mempraktekkannya, merupakan senjata kita melawan kuasa setan dan akan memberikan kita kemenangan melalui darah Kristus.”  1 T 302.

4.   Bagaimana Tanda Ajaib Ini Dijalankan
      a.   Melalui Spiritisme
                        “Melalui spiritisme, setan seolah-olah menjadi seperti pemberi berkat bagi manusia, menyembuhkan penyakit, dan MENGAKU MEMBAWAKAN SUATU SISTEM KEPERCAYAAN AGAMA YANG BARU DAN LEBIH TINGGI:  tetapi pada waktu yang sama ia bekerja seperti seorang pembinasa.  Penggodaan-penggodaan tidak bertarak merendahkan pikiran yang menyebabkan pemanjaan nafsu, persengketaan dan penumpahan darah.”  GC 589.
                        “Pada masa kini rahasia-rahasia perbaktian kafir telah diganti oleh hubungan-hubungan dan kontak-kontak tersembunyi, kegelapan dan mujizat-mujizat yang diadakan oleh para medium aliran spiritisme.  PERNYATAAN-PERNYATAAN PADA MEDIUM INI DITERIMA OLEH BERIBU-RIBU ORANG DENGAN PENUH KERINDUAN YANG TIDAK MAU MENERIMA TERANG DARI FIRMAN ALLAH ATAU MELALUI ROHNYA.  Para dahulu, akan tetapi si penipu besar itu tertawa atas kemenangannya ketika orang-orang ini menyerah kepada cara bekerja si penipu besar itu tertawa atas kemenangannya ketika orang-orang ini menyerah kepada cara bekerja si penipu itu dalam bentuk yang lain.  Banyak orang merasa takut bila memikirkan untuk menghubungi para medium, tetapi sangat tertarik dan lebih menyenangi bentuk-bentuk spiritisme itu.  Orang-orang lain yang telah tersesat oleh ajaran-ajaran ilmuwan Kristen dan oleh aliran kepercayaan keagamaan dan agama-agama ketimuran lainnya.

            RASUL-RASUL DARI HAMPIR SEMUA BENTUK ALIRAN SPIRITISME MENYATAKAN MEMPUNYAI KUASA MENYEMBUHKAN.  Mereka menyifatkan kuasa ini sebagai listrik, magnetisme, yang dinamakan pengobatan dan tenaga dalam, atau menyimpan tenaga-tenaga kedalam pikiran manusia.  Dan tidak sedikit orang-orang, yang walaupun pada zaman Kristen.  Dan tidak sedikit orang-orang, yang menyembuhkan dengan cara ini, gantinya percaya akan kuasa Allah yang hidup dan keahlian dokter-dokter yang bermutu tinggi.  Si Ibu yang sedang menunggui anaknya yang sakit ditempat tidur, mengeluh, “Aku tak dapat berbuat apa-apa lagi.  Tidakkah ada dokter yang mempunyai kuasa untuk menyembuhkan aku?”  Ia telah mendengar berita mengenai kesembuhan ajaib yang diadakan oleh tukang ramal atau penyembuhan dengan pengaruh pikiran, dengan demikian ia mempercayakan anaknya yang dikasihinya itu untuk dirawat oleh orang yang demikian, yang sebenarnya menyerahkan anak itu ketangan setan dengan sungguh-sungguh seakan-akan itu ada disampingnya.  BANYAK KALI TERJADI MASA DEPAN ANAK ITU DIKENDALIKAN OLEH KUASA SETAN YANG TAMPAKNYA TIDAK MUNGKIN DITEROBOS.” PK 210, 211.
                        “Sementara spiritisme semakin dekat meniru Kekristenan yang sekedar nama pada zaman ini, maka ia memiliki kuasa yang lebih besar untuk menipu dan menjerat.  Setan sendiri berubah, menurut cara-cara modern.  Dia akan muncul dalam tabiat seorang malaikat terang.  Melalui spiritisme, mujizat-mujizat akan dilakukan, yang sakit akan disembuhkan, dan BANYAK KEAJAIBAN-KEAJAIBAN YANG TAK DAPAT DISANGKAL AKAN DILAKSANAKAN.  DAN APABILA ROH-ROH ITU MENGAKU PERCAYA KEPADA ALKITAB, DAN MENYATAKAN PENGHARGAAN BAGI LEMBAGA-LEMBAGA GEREJA, PEKERJAAN MEREKA AKAN DITERIMA SEBAGAI SUATU PERNYATAAN ILAHI.”  GC 588.
           
            CATATAN  :     Spiritualisme akan memegang peranan yang lebih besar dimasa mendatang.

                        “Setan telah lama bersedia bagi upayanya yang terakhir untuk memperdaya dunia ini….sedikit demi sedikit telah mempersiapkan jala bagi KARYA AGUNG PENIPUANNYA DALAM PERKEMBANGAN SPIRITISME.  Ia belum mencapai pelaksanaan sepenuhnya dari maksud-maksudnya; tetapi hal itu akan dicapai pada sisa waktu yang terakhir.” GC 561.

                        “Anggota-anggota gereja mengasihi apa yang dikasihi dunia dan siap untuk bergabung dengan mereka, dan setan memutuskan untuk MENGGABUNGKAN MEREKA DALAM SATU TUBUH, DENGAN DEMIKIAN MEMANTAPKAN PEKERJAANNYA OLEH MEMASUKKAN SEMUANYA KE DALAM BARISAN SPIRITISME.  Para pengikut Paus, yang membanggakan mujizat sebagai suatu tanda yang pasti dari gereja yang benar, akan mudah tertipu oleh kuasa yang mengerjakan mujizat ini; dan umat Protestant, karena telah membuangkan perisai kebenaran, juga akan tertipu.  Umat Katolik, Protestant dan para pencinta keduniawian sama-sama akan menerima kuasa, dan MEREKA AKAN MELIHAT DALAM PERSEKUTUAN INI SUATU PERGERAKAN BESAR BAGI PERTOBATAN DUNIA DAN PENYAMBUTAN MASA SERIBU TAHUN YANG TELAH LAMA DINANTI-NANTIKAN.”  GC 588.
                        “Seorang anggota senat Amerika Serikat, salah satu dari penganut paham spiritisme yang bertobat mula-mula, dalam dua kejadian yang terpisah ditanyakan dua medium yang berbeda tentang apakah maksud pergerakan yang begitu aneh disaat sekarang ini?  Jawaban dari tiap keadaan hampir sama….”Tujuannya adalah “MENARIK MANUSIA BERSAMA-SAMA DALAM KEHARMONISAN DAN MEYAKINKAN MEREKA YANG TIDAK PERCAYA TENTANG KEKEKALAN JIWA, selanjutnya komentar Doyle adalah sebagai berikut:  Separuh dari bagian pertama definisi itu adalah sangat penting, karena saya percaya bahwa salah satu hasil-hasil yang penting dari gerakan ini adalah MENYATUKAN KEKRISTENAN DIATAS DASAR UMUM YANG KUAT, DAN TENTU SAJA MERASA DIRI CUKUP, AGAR PERCECOKAN YANG MEMISAHKAN GEREJA-GEREJA ZAMAN INI AKAN NAMPAK DALAM UKURAN MEREKA YANG BENAR DAN AKAN DIHAPUSKAN ATAU DIABAIKAN.” Our Times, Nopember 1947.

            Penyatuan dibawah spiritisme ini akan menuntun pada:
1.      Amerika akan berpisah sama sekali dari kebenaran
2.      Amerika akan menaggalkan tiap prinsip yang ada dalam konstitusinya.
3.      Undang-undang hari minggu.

            Lihat kutipan dari 5 T 451 pada halaman, 32, 22.
           
                        “Kita telah mencapai bahaya akhir zaman, bilamana banyak orang yang akan meninggalkan iman, dan BERALIH PADA ROH-ROH PENYESAT DAN AJARAN SETAN-SETAN.  Berhati-hatilah terhadap apa yang engkau baca dan dengar.  Jangan berikan perhatian sedikitpun kepada teori-teori spiritisme.  Setan sedang menunggu untuk mencuri langkah pada setiap orang yang membiarkan dirinya ditipu oleh hipnotisme.  IA MULAI MENGGUNAKAN KUASANYA ATAS MEREKA SEGERA SESUDAH MEREKA MENELITI TEORI-TEORINYA.”  MM 101, 102.

b.      Melalui macam-macam ilmiah
                        ”Ilmu mengenai phrenology, ilmu jiwa, mesmerism, adalah saluran dari mana ia datang lebih langsung pada dewasa ini, dan bekerja melalui kuasa yang demikian sebagai diri khas usahanya menjelang masa pintu kasihan ditutup.”  1 T 290.
                        “Dan sementara mereka yang mengabdi pada ilmu ini memuji mereka sampai ke langit sebab pekerjaan yang baik dan besar yang disahkan mereka itu, serta menghargai dan memuji setan sendiri, yang mengadakan pekerjaan yang penuh kuasa dan tanda-tanda ajaib serta mujizat-mujizat palsu, beserta dsemua penipuan dan kejahatan……CARA PEMASUKAN YANG DIBUAT SETAN MELALUI ILMIAH INI, DIRENCANAKAN DENGAN BEGITU BAIK OLEH KEKUASAAN SETAN, DAN DALAM PIKIRAN RIBUAN ORANG, AKHIRNYA AKAN MERUSAKKAN IMAN YANG SESUNGGUHNYA TERHADAP KRISTUS SEBAGAI MESIAS, DAN ANAK DOMBA ALLAH.” 1 T 291.
                        Agen-agennya masih menyatakan bahwa mereka dapat menyembuhkan penyakit.  Mereka boleh menyembuhkan dengan menggunakan perawatan lewat listrik, magent, atau yang dinamakan pengobatan simpatik, tapi kenyataannya tenaga magnit yang mereka banggakan itu adalah dari ilmu sihir sehat.
                        Melalui cara-cara ini masukkan manteranya ke dalam tubuh dan jiwa manusia.
                        “Orang yang sakit, dan yang kehilangan kekasih, dan yang mau mencari tahu, mengadakan hubungan dengan roh-roh jahat.
                        SEMUA YANG TERLIBAT DALAMNYA BERADA PADA DAERAH BAHAYA.  Firman Allah menyatakan bagaimana sikap Allah terhadap mereka itu.  Pada zaman dahulu ia menyatakan hukuman keatas mereka yang berhubungan dengan dewa kafir: “Apakah tidak ada Allah di Israel sehingga kamu pergi untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zehud, allah Ekron?  Sebab itu beginilah firman Tuhan; engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidru, dimana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati.”
                        “Dunia yang kelihatan dan tak kelihatan berhubungan dekat sekali.  Dapatlah tirai itu diangkat, agar kita boleh melihat malaikat-malaikat jahat yang sedang menyilaukan semua cara mereka untuk menipu dan membinasakan.”  E. G. White, Sketches from the Life of Paul, p. 239, 240.
                        “Kepada saya ditunjukkan bahwa dengan ketukan dan pengaruh gaib ahli-ahli sihir zaman modern ini akan menceriterakan bahwa semua mujizat itu dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga dengan demikian banyak orang akan percaya bahwa semua pekerjaan Anak Allah yang hebat itu ketika berada dibumi dilakukan dengan kuasa yang sama ini.”(lihat 1T 290, E10 59).

c.       Melalui Kuasa Penyembuhan Setan
                  “Waktunya akan datang, seperti yang dikatakan kristus, bahwa banyak penipu akan muncul, dan menyatakan dirinya sebagai kristus.  Juruselamat berkata: Jaganlah mengikuti mereka.  Kita tidak perlu tertipu.  Pemandangan-pemandangan yang ajaib, yang akan dijalankan setan, akan segera terjadi.  Firman Allah telah menyatakan bahwa setan akan megadakan perbuatan tanda ajaib.  IA AKAN MENYEBABKAN ORANG JATUH SAKIT, KEMUDIAN TIBA-TIBA AKAN BERPINDAH DARI MEREKA KUASA SETANNYA.  Mereka akan merasa sudah disembuhkan.  Pekerjaan penyembuhan ini AKAN MENGUJI UMAT MASEHI ADVENT HARI KETUJUH.  BANYAK YANG MEMILIKI TERANG YANG BESAR AKAN GAGAL BERJALAN DALAM TERANG, SEBAB MEREKA TIDAK BERSATU DENGAN KRISTUS.”  E.G. White, Testimony B-57-04, Nov. 12, 1903.
                  “Kita harus berjaga melawan pekerjaan penipuan setan.  IA AKAN MENGUASAI TUBUH MANUSIA, DAN MEMBUAT PRIA DAN WANITA JATUH SAKIT.  KEMUDIAN SECARA TIBA-TIBA IA AKAN MELAKSANAKAN KUASA JAHATNYA DAN AKAN DISERUKAN BAHWA SUATU MUJIZAT TELAH DILAKUKAN.”  MM 110.

5.   Pernyataan Robert secara lisan di pandang dari terang Roh Nubuat.
      Pernyataan 1    -  Gambaran dramatis, tentang penyembuhan “Orang banyak” yang menggambarkan.

            “Sementara saya duduk dan berdoa, kuasa Allah “MEMBENTUR” tanganku setiap beberapa detik.  Hal itu menyengat bagaikan api.  Kemudian, tiba-tiba kuasa itu MEMBENTUK dengan tenaga yang heba, dan saya BERTERIAK sekuat SUARAKU,
            “Saudara-saudara, sesuatu sedang datang! Saudara-saudara sesuatu sedang datang….dengan sekejap kuasa Allah itu membentur tanganku kedua kali dengan begitu hebat menyebabkan saya berteriak sekuat-kuatnya, saudara-saudara sudah ada disini! Saudara-saudara sudah ada disini.  Bagaikan gempa bumi menggoncangkan tanda itu.  Saya melihat orang banyak bagaikan kabut dihadapan saya.  Tangan kanan saya menjadi gemetar dan goncang disebabkan kehadiran Allah didalamnya.  Orang banyak mulai melompat dan beramai-ramai menuju kearah saya.  Orang banyak mulai menarik pakaianku.  Suara orang banyak bagaikan bunyi air yang deras.  “SAYA MELOMPAT dari podium utama ke podium yang lebih rendah sambil berdiri dan menunggu.  Orang banyak mulai berkerumun disekitar tempat itu, dan saya mulai MENUMPANGKAN TANGAN KANANKU PERBUATAN.  Kelihatannya seperti pada saat saya menjamah mereka, kemudian mereka pergi melompat dan berteriak.  Saya berbalik kekakan dan berdoa untuk beberapa orang, dan disana duduklah seorang laki-laki dan perempuan dalam kursi beroda dua.  Mereka sedang BERTERIAK agar orang lain membiarkan menjamah saya.  Tanganku direntangkan keduanya merebut tanganku.  Tanpa mengeluarkan kata-kata keduanya keluar dari kursi roda itu dan kali terakhir saya lihat mereka berlari menuju ke gang.  Disampingku terdengar ada orang BERTERIAK agaria boleh melIhat.  SAYA SEGERA BERBALIK, dan itu adalah seorang laki-laki yang buta yang sedang BERTERIAK, agar ia boleh melihat terang dan wajah orang banyak.
            “Telinga orang tulipun terbuka, yang timpang dan limpuh menjadi lurus dan orang-orang sekitar tanda merasakan kuasa tanda ajaib yang telah membebaskan mereka itu.”  Glenn Clark, How to Fund Health Through Prayer, p. 72.

      Catatan  :  Penekanan kata “Kegembiraan” digenapi pada E Q 261.

            Kristus selalu menyembuhkan “tiap-tiap orang” (pelajari mengenai seorang wanita yang menjamah ujung jubahNya sementara orang banyak menekan dia juga; namun ia secara pribadi telah menerima apa yang tidak diterima oleh orang banyak.  Luka 8:46; M. H. 60:  Ia telah disembuhkan sebab ia menggenapi persyaratan kesembuhan.  Tidak ada didalam catatan Alkitab yang menyatakan bahwa Kristus menyembuhkan seorang berdosa.  Persyaratannya adalah bertobat dari dosa dan mengadakan perobahan hidup).
            “Adalah kuasa yang tidak bermanfaat mengajar orang-orang memandang kepada Allah sebagai penyembuh penyakit mereka, kecuali mereka diajarkan meninggalkan praktek-praktek yang tidak sehat.  AGARBOLEH MENERIMA BERKAT-BERKATNYA DALAM JAWABAN DIA, MEREKA HARUS MEMBUANGKAN PERBUATAN JAHAT DAN BELAJAR MELAKUKAN YANG BAIK.  MEREKA HARUS HIDUP SESUAI DENGAN HUKUM ALLAH BAIK ALAMIAH DAN ROHANI.”  MH 227-228.
     
      Persyaratan   :  Menghubungkan kuasa penyembuhan dengan kuasa listrik

            “Saya merasa terjadi kontak tubuh dengan kehadiran Allah pada tangan kananku.  Itu adalah suatu sentuhan sesuai seperti arus listrik…….Nampaknya seperti bola api mengalir melalui tanganku….pada waktu aku menjamah matanya dengan tangan kananku sambil berdoa, supaya seolah-olah aku telah menjamah satu kawat kehidupan….kuasa Allah membentur tanganku bagaikan kolat.”  Oral Roberts Life Story, 110, 114, 120, 155.
            “Agar setan tetap menyatakan dapat menyembuhkan penyakit.  Mereka menghubungkan kuasa mereka dengan listrik, magnit, atau yang disebut pengobatan simpatik.  Ternyata mereka adalah saluran arus listrik setan.  Dengan alat-alat ini ia membuat manteranya melalui tubuh dan jiwa manusia.”  5T 193.

ESCHATOLOGY-SERUAN DAMAI SEJAHTERA

SERUAN DAMAI SEJAHTERA

Seruan ini adalah untuk mempengaruhi manusia yang belum bersedia menghadapi krisis mendatang.  “Pada waktu mereka berkata: semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan.”

I Tesalonika 5:3
Ada dua seruan yang demikian:       1.   Di dalam Gereja
2.      Di dalam dunia

1.   Dalam Gereja
            Pergerakan pembaharuan nasional dianggap oleh orang lain tidak begitu penting sehingga mereka tidak pikirkan perlunya perhatian terhadap hal tersebut bahkan pernah merasa bahwa dengan melakukan hal yang demikian mereka akan diberikan waktu untuk pertanyaan yang berbeda dari pekabaran malaikat ketiga.  Kiranya Tuhan mengampuni saudara-saudara kita terhadap pengertian mereka bagi pekabaran zaman ini.
            “Orang-orang perlu dibangunkan sehubungan dengan bahaya-bahaya yang terjadi pada dewasa ini.  Penjaga sedang tidur.  Kita terlalu terkebelakang.  Biarlah kepala penjaga itu merasa kebutuhan yang mendesak agar diri mereka tetap waspada, jikalau tidak mereka akan kehilangan kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk melihat bahaya-bahaya tersebut.”
            “Jikalau para pemimpin kita tidak menerima pekabaran yang sekarang dikirim Allah bagi mereka, dan segera mengambil tindakan, maka gereja akan menderita suatu kerugian yang besar.  Bilaman penjaga sedang melihat pedang itu datang, dan membunyikan sangkakala dengan bunyi tertentu, maka semua orang dalam barisan itu akan mengumandangkan amaran yang sama, dan semua akan mempunyai kesempatan menghadapi pertentangan itu.  Tetapi begitu sering pemimpin kita bertangguh dan mengatakan: biarlah kita jangan tergesa-gesa.  Mungkin saja ada kesalahan.  Kita harus berhati-hati agar tidak mengumandangkan amaran yang palsu.  PERTANGGUHAN DAN KETIDAK PASTIAN DALAM DIRINYA IA BERSERU:  Damai dan aman! Jangan terlalu gembira.  Jangan terkejut.  Ada suatu persoalan yang lebih besar dari pertanyaan amandemen keagamaan yang perlu dilakukan dari pada yang dituntut.  Hasutan ini pada akhirnya ia menyangkal pekabaran yang dikirim dari Allah, dan amaran yang telah diberikan untuk mengatur jemaat-jemaat gagal melakukan tugasnya.  Trompet dari penjaga dibunyikan dengan suara yang tidak menentu, dan orang-orang tidak bersedia bertempur.  Biarlah penjaga selalu waspada sebab kalau penjaga lalai dan lambat maka banyak jiwa akan binasa dan darah mereka akan dituntut dari tangannya.  5 T 715, 716.
            “Banyak dari mereka yang telah memiliki terang yang besar kesempatan-kesempatan yang besar, dan tiap manfaat rohani menyembah Kristus dan dunia dalam waktu yang sama.  Mereka menyembah Allah dan mammon.  Mereka bersuka-suka dengan anak-anak dunia namun mereka juga mengatakan bahwa mereka diberkati sebagai anak-anak Allah.  Mereka ingin memiliki Kristus sebagai Juruselamat mereka, tapi tidak mau memikul salib dan bebannya.  Kiranya Tuhan mengasihani engkau; karena jikalau engkau berjalan demikian, tidak ada yang lain selain kejahatan yang dapat disampaikan kepadamu.
            “Kesabaran Allah mempunyai suatu maksud, tapi engkau tidak hiraukan.  Ia meluaskan hal-hal itu terjadi namun engkau tidak menghiraukannya serta menundanya tapi sudah terlambat.  Allah memerintahkan Elia untuk mengurapi raja Hazael yang jahat dan bengis untuk memerintah Syria, agar ia boleh menjadi suatu bencana terhadap bangsa Israel yang bejat itu (lihat kutipan berikut ini).  Siapakah yang mengetahui apakah Allah tidak memberikan kepadamu pilihan mencintai penipu?  Siapakah yang mengetahui pengkhotbah yang setia, teguh, dan benar yang mungkin yang terakhir memberikan berita kesukaan kepada gereja-gereja yang tidak berterima kasih?  BOLEH JADI BAHWA PERUSAK YANG SUDAH DILATIH MELALUI TANGAN SETAN DAN TINGGAL MENUNGGU KEBERANGKATAN BEBERAPA PEMBAWA STANDARD UNTUK MENGAMBIL TEMPAT-TEMPAT MEREKA, dan dengan suara nabi palsu berseru, ‘damai, damai! Disaat Allah tidak berbicara mengenai damai.  Sering aku menangis, tapi sekarang mataku tidak mengeluarkan air mata lagi; mereka sedang jatuh di atas suratku di saat aku menulis, boleh jadi tidak lama lagi semua nubuatan di antara kita akan berakhir, dan SUARA YANG TELAH MENGGERAKKAN MANUSIA TIDAK LAGI MENGGANGGU.
            “Pada waktu Allah mengerjakan pekerjaan yang aneh di atas dunia ini, PADA WAKTU TANGAN YANG SUCI TIDAK LAGI MEMBAWA TABUT, malapetaka akan menimpa manusia.  Oh, walaupun engkau telah mengetahui, pada saat ini, perkara-perkara yang mestinya membutuhkan kedamaianmu.  Oh, kiranya umat-umatmu, sebagaimana Ninewe, agar Allah tidak lagi memberikan murkanya terhadap mereka itu.”  5 T 77, 78.
            “Ada dua perbedaan besar yang harus dihindarkan, yang satu adalah menghindari untuk menyatakan seluruh nasihat Allah, dan beralih kepada roh kebangunan di dalam masa seruan, damai, damai, padahal tidak ada damai, dan menggunakan usaha-usaha yang mendorong perasaan dan kemudian membiarkan hati tidak berubah.”  Evan. 281. 
            “Pada waktu sekarang ini, bilamana segala perkara yang di dunia ini akan segera berakhir, usaha setan akan sia-sia untuk menjerat dunia ini.  Ia memikirkan banyak rencana untuk menguasai pikiran dan untuk mengalihkan perhatian dari kebenaran yang perlu untuk keselamatan…..
            “Kejahatan sedang mencapai ketinggian yang belum pernah dicapai sebelumnya, dan meskipun begitu banyak pendeta injil berseru: “Damai dan sejahtera,” tetapi pesuruh-pesuruh Allah yang setia harus berjalan secara terus menerus dengan pekerjaan mereka.  Dipakaikan dengan kelengkapan kemenangan, tidak pernah menghentikan peperangan sampai jiwa dalam jangkauan mereka akan menerima kabar kebenaran untuk waktu ini.”  Evan. 705, 706 AA 219, 220.
            “Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam, apabila mereka mengatakan:  Semuanya damai dan aman maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput.  Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang.  Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.  Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.”  I Tes. 5:1-6.
      Catatan  :  Berikut ini adalah kutipan tentang raja Hazael yang terdapat dalam 5 T 77, 78.
            “Ada suatu roh perlawanan terhadap firman Allah dan kesaksian RohNya.  Ada roh penyembah berhala memuja kepikiran manusia melebihi kebijaksanaan Allah yang nyata.  Ada orang-orang di antara kita yang mempunyai kedudukan tinggi yang menganut paham itu yang berasal dari para ahli filsafat yang congkak, dengan mengatakan bahwa itu lebih dipercaya dari pada kebenaran Alkitab, atau kesaksian Roh Suci.  Iman yang dimiliki Paulus, Petrus, ataupun Yohanes dianggap sudah ketinggalan zaman dan tidak cocok lagi untuk zaman sekarang ini.  Mereka mengatakan itu tidak masuk akal, rahasia, dan tidak layak untuk pikiran yang tajam.  Allah telah menunjukkan kepadaku bahwa orang-orang ini adalah seperti apa yang dialami Hazael yang ternyata merupakan cambuk bagi bangsa kita.  Kebijaksanaan mereka melampaui apa yang tersurat.”  5 T 79.
            “Dipanggil bekerja sebagai nabi sementara Ahab masih memerintah, Elisa telah menyaksikan banyak perubahan dalam kerajaan Israel.  Pehukuman demi pehukuman telah menimpa bangsa Israel selama pemerintahan Hazael raja bangsa Aram, yang telah ditentukan untuk menjadi cemati bagi bangsa yang murtad itu….Adalah oleh karena kasihNya akan Israel yang bersalah, sehingga Allah membiarkan bangsa Aram mencambuk mereka.”  PK 245.
      Catatan  :  Seruan damai sejahtera di atas dunia akan diteruskan sampai kepada kelepasan.  Itu akan dipakai untuk meniadakan pekabaran seruan nyaring dari gereja Allah dan juga meremehkan enam laknat yang pertama.
“Pendeta yang telah mengorbankan kebenaran untuk mendapatkan persetujuan manusia kini melihat tabiat serta pengaruh pengajaran-pengajarannya.  Nyatalah bahwa mata yang mahatahu itu sedang mengikutinya sementara ia berdiri di belakang mimbarnya, sementara ia berjalan di jalan, sementara ia berbaur dengan orang banyak dalam pelbagai kegiatan hidup.  Setiap perasaan jiwa, setiap tindakan yang menuntun manusia untuk berteduh di dalam benteng kepalsuan, telah menabur benih, dan kini dalam jiwa-jiwa yang malang dan tersesat di sekelilingnya, dia melihat penuaian.”  “Tuhan bersabda: “Mereka mengobati luka puteri “umatKu dengan memandangnya ringan, katanya: “Damai sejahtera, tetapi tidak ada damai sejahtera!”  GC 654, 655.
                        

KEPAUSAN MODERN

KEPAUSAN  MODEREN :
PERNYATAAN DAN KEWENANGAN

Setelah tujuh dekade persaingan ketat secara ideologi-pemimpin Komunis Rusia dan Roma Katolik (Presiden Soviet Mikhail Gorbachew dan Paus Yohanis Paulus II)
mengadakan persetujuan di kota Vatikan, 1 Des.  1989, untuk membuat hubungan diplomatik antara Kremlin dan Vatikan.  Yohanis Paulus II menyebut pertemuan itu “tanda zaman yang secara perlahan menjadi dewasa, tanda yang sangat kaya dalam perjanjiannya.” (The Washington Post, Dec. 2, 1989)
            Tanggapan terkini mengenai kepausan sebagai hati nurani moral dunia bukanlah hanya secara kebetulan.  Pengamatan penulis adalah, Roma “berpikir dalam berabad.”  Keberhasilan kepausan dewasa ini adalah akibat dari rencana yang cermat sudah dibuat,  terus menerus diusahakan.   Terpisah dari pengendalian secara khusus negara modern dan dengan kehilangan wilayah mereka di Itali (1870), maka pemimpin kepausan menggunakan strategi baru untuk menemukan kembali kewenangan Gereja yang sudah hilang.
            Upaya kepausan yang pertama adalah mengembangkan dan menambahkan kekuatan rohani dari gereja, meramalkan gambar paus sebagai “Bapa Suci” yang dicintai dan dipuja- pusat kehidupan gereja yang kepadanya seluruh mata dunia Katolik di pusatkan- yang kata-kata dan petunjuknya harus diterima didalam rasa kagum dan menurut.  Dogma paus tidak bersalah apabila berbicara doktrine (Vatikan 1) memakotai penguatan gereja dari dalam.
            Tapi strategi kepausan juga memandang suatu keterbukaan kepada dunia.   Paus mulai membicarakan mengenai politik dunia, masalah sosial, budaya, medis, pengetahuan, etika, agama, dll,  dengan maksud untuk membentuk pemikrian bangsa-bangsa kepada  pandangan Gereja.  Yohanis XXII melihat kepada dunia dengan wajah senyuman kasih, menempatkan gereja didalam peran pelayanan  kepada kemanusiaan.  Dia mengadakan pertemuan (Vatican  II) dan pembaruan gereja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern.   Dialah yang telah meletakkan usaha mendasar untuk menjangkau wilayah komunis demikian juga “saudara yang berpisah” Kekeristenan Protestan, dan untuk misi perjalan oleh paus terakhir, Paulus VI dan Yohanis Paulus II.  Pada musim bunga  1988,  Paus Yohanis Paulus II sudah mengadakan  40 kali perjalanan mengupayakan  obyektifnya untuk menjadi “hati nurani moral dunia” dan “gembala dunia.”
            Sebagai  akibat dari strategi globalnya pengaruh kepausan sudah mencapai  puncak keberhasilan lebih tinggi dan lebih hebat daripada yang pernah dicapai pada Abad Pertengahan.   Amerika Serikat sudah mempunyai dutanya di Vatikan.  Paus sekarang “sudah menjadi sesuai yang diinginkannya – pejuang hak asasi manusia dan perdamaian, pemimpin sangat dipercaya secara moral, superstar media, “hampir sama dengan Mesias baru”  kepadanya adalah harapan dunia.”
            Tapi apakah kepausan memang sudah berobah ?  Pandangan yang sangat mendasar dari  Paus Yohanis Paulus II menyetujui akan dogma yang sudah lama dipertahankan dalam Gereja mengingatkan pelajar Alkitab  akan pengakuan yang sering diulangi bahwa  “Roma tidak pernah berobah.”  Sebagaimana Ellen White mengamati, “Sementara Protestan adalah membengkok untuk mencapai maksud mereka, Roma bertujuan untuk membangun kembali kuasanya, untuk menemukan keagungannya yang hilang.” (The Great Controversy,  581).
Dalam ulasan ini kita coba menelusuri akan sejarah modern dari kepausan ketika itu bergerak menjadi kekuatan dunia.  Perkembangan yang mengejutkan tapi tetap ini akan mewarnai  garis besar nubuatan akhir zaman.   “Seluruh dunia heran dan mengikut binatang itu. . . . .Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan didalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang sudah tersembeli.”  Wah.  13:3,8.

 

“Pemimpin Efektif”:  Yohanis Paulus II

(1978 -   )
            Memerintah hanya  33 hari, “Paus Pesenyum,”  Yohanis Paulus I, diganti oleh “Paus dari Timur”  untuk pertama kali dalam sejarah kepausan:  Yohanis Paulus II, dari Polandia.  Pertemuan pribadi  menyediakan sensasi :  Untuk pertama kali sejak  tahun 1522 dunia Katolik sekali lagi mempunyai Paus bukan warga Itali.  Namun, tidak lama kemudian,  sesuatu yang lebih penting menjadi kenyatan.   Paus yang baru nampaknya menjadi inkarnasi nyata dari “strategi baru”:  Untuk dunia luar, dia nampaknya seperti Yohanis XXIII,  “Paus berkelana,”  jurukabar lembut “kebudayaan kasih”  untuk penciptaan dunia yang adil; di dalam gereja, dia tunjukkan dirinya seperti Pius XII, Paus disiplin dan konservatif.  Seperti yang H. Kung katakan, “ Ini bukanlah Yohanis Paulus II yang memerintah, tapi Pius XII”   didalam peran dari “komunikator besar” dan “konservator besar.”
            Namun demikian, gereja dan dunia menerima pemimpin  unik dan efektif itu yang sanggup untuk menerangkan nilai-nilai yang membuat kehidupan bernilai untuk dihidupkan, menurut  Vincent O’Keefe,  Yesuit Amerika.

Komunikator Besar.
            Yohanis Paulus II bukan hanya mengakui seluruh dunia adalah jemaatnya, tapi dia juga melakukan segala sesuatu didalam kuasanya  dengan metode yang paling modern untuk menjalankan pengakuannya.  Pada permulaan  bukan perang salib yang dapat menarik paus jauh dari Roma; dewasa ini dia tak mengenal lelah mengadakan perjalanan keseluruh dunia.
            Dalam perjalanan musim bunga  1988, dia sudah melihat  lima benua, berkunjung ke 300 kota lebih, membawakan  1200 pembicaraan, dan melintasi jarak  560000 km.  Dia inginkan perjalananya dianggap sebagai “perjalanan rasuli” dan bukan pengembaraan.  Paus berkunjung kepada semua orang (Katolik, Protestan, Islam, Hindu, yang tak perduli, dan atheisme)  sebagai “hamba persatuan dan perdamaian, “ dia ucapkan di India.
            Seorang harus mencium kaki Innocence III, sebenarnya Pius XII; dewasa ini paus mencium tanah tempat berkunjung.  Dia datang bukan seperti penegak disiplin, tapi dengan sikap lembut dan ramah sebagai “bapa keluarga manusia,”  mendasarkan kuasanya atas kewenangan kasih.   Dia mau menjadi  perwujudan dari hati nurani moral dunia” dan “gembala dunia” dari unit konsentris besar yang sudah diajak oleh pendahulunya Paulus VI.
`Kekeristenan.  Paus menganggap dirinya sebagai “penjamin kesatuan Kristen.”  Selama kunjungannya  ke Dewan Gereja Sedunia di Geneva, dia nampaknya  kepada para pengamat menjadi “fokus kelihatan dan penjamin kesatuan ini.”  Bukan hanya bagi Katolik maka “fungsi kesatuan paus sangat penting,”  tapi para Protestan juga melihatnya.  E. Jungel berbicara mengenai  “representasi kesastuan penting bagi semua orang Kristen;”  U. Kuhn  mengenai  “reunifikasi dibawah kepemimpinan paus yang dapat dipikirkan,  apabila dia rela berfungsi sebagai “hamba” dan bukan sebagai “tuan.”
`           Dewasa ini, Gereja bebas Roma melihat dia sebagai  “jurubicara untuk semua orang Kristen, dan paus sendiri, setelah membaca  “Kesatuan didalam Kebinekaan,” ditulis oleh O. Cullmann, menyatakan dengan kepuasan bahwa  Protestan dewasa ini juga melihat “bahwa gereja tidak dapat terpikirkan tanpa pangkat Petrus.”   Kepada para Protestan yang menderita kareka ketidak berdayaan dari gereja-gereja mereka, kepausan nampaknya menjadi “benteng” melawan kuasa duniawi yang ingin untuk mencuri dari Gereja akan otonominya dan melawan kuasa di dalam dari demoralisasi sekuler.
            Jadi sama sekali tidaklah mengejutkan bahwa para pakar Theologi Katolik, seperti K. Rahner dan H. Fries (Rahner-Fries Plan IVa), sebagai contoh,  walaupun kerelaan mereka yang besar untuk mengakomodasi, mengharapkan Protestan mengenal  “arti dan hak dari Kedudukan Petrus sebagai penjamin konkrit dari kesatuan Gereja.   Disini berbagai komponen gereja-gereja dapat mempertahankan doktrin dan tradisi mereka, selama mereka “tidak memutuskan dan menyuarakan tuduhan ajaran yang menjadi dogma keharusan didalam komponen gereja lain.  Didalam kasus apa saja, hal ini mencakup suatu toleransi dari pihak Protestan akan dogma dari keunggulan Juridisksi dan Infalibilitas.
            Yohanis Paulus II,  sebagai orang Polandia jarang sekali dihadapan dengan  fenomena Protestantisme,  nampaknya tidak melihat hal ini sebelum milinium ketiga dan oleh sebab itu, ingin pertama-tama datang kepada suatu pengertian dengan  gereja Ortodoks.  Tapi didalam mempertimbangkan masa depan “Kesatuan Organik” tujuannya nampaknya diatas dan diseberang konsep dari komponen gereja-gereja ialah bahwa kesatuan untuk semua orang Kristen ini  dapat dipikirkan  hanya  didalamn arti “Gereja Dunia  Cap Roma, yang dibaharui.”  Pangkat,  “Vicar of Christ” (Pengganti Kristus)  sangat dicintai oleh paus modern, dengan demikian nampaknya menjadi pengakuan “Christofication,”  kepada  pangkat satu gembala terhadap satu kawan domba.
            Agama Dunia.  Vatican II, sudah menentukan “bahwa Gereja Katolik tidak menolak segala sesuatu yang benar dan suci didalam semua agama di seluruh dunia. . . Itu adalah sinyal dari kebenaran  yang menerangi semua manusia. . . Bersama-sama dengan para pengikut agama lain, Gereja Katolik memberi nasihat anak-anaknya . . .untuk mengenal, menjaga dan mempromosikan kualitas rohani dan moral  dan juga nilai sosial budaya ditemukan didalam mereka (agama-agama itu).
            “Perjalanan Rasuli” dari paus, dianggap menjadi kelanjutan dari Konsili Vatican sejak  1965,  adalah memberikan pada paus,  kesempatan sebagai “pembangun-jembatan” (F. Heer katakan), untuk membawa agama-agama bersama-sama dan muncul sebagai  “jurubicara untuk seluruh dunia agama.”   Dengan hal ini dalam pikiran Yohanis Paulus mengujungi  synagogue di Roma tahun 1986 dan juga bertemu dengan Dalai Lama di India.
            Tahun  1986 satu titik tinggi sudah dicapai ketika Paus mengadakan pertemuan dengan 150 wakil dari agama Kristen dan non Kristen untuk : “Doa Perdamaian Dunia,” di Assisi, Itali, Oktober 10, 1986.  Disana, dengan Paus berada ditengah, Gereja Katolik  memegang tangan saudara-saudara Kristen dan non Kristen agar dapat menjelaskan  “kesatuan semua manusia tersembunyi, namun sangat dalam berakar .”  Jadi dibawah perlindungan paus, menurut kata-katanya sendiri, Assisi menjadi “hari kasih karunia bagi dunia.”  Untuk seketika maka tujun dari strategi baru dan bagaimana itu akan dicapai sudah dinyatakan:  Dibawah kepemimpinan Paus semua agama harus berdiri bersama-sama agar supaya “menggunakan kuasa agama untuk perdamaian.”   Dunia yang aman  melalui contoh menyelamatkan dan kata-kata seorang pemimpin agama yang tertinggi.   “Pertemuan Puncak Seluruh Agama” sebagai akibat dari pergerakan oikumene, termasuk seluruh agama,  yang pada satu hari kelak akan sanggup bergabung bersama ke dalam agama dunia yang besar.
            Menurut Jean Guitton, pakar Falsafah Katolik dan teman Paulus VI, agama masa depan akan bersifat universal.  Itu akan disebutkan “Oikumene,” mencakup Protestan, Katolik, Kristen Ortodox,  orang tidak percaya dibawah tuntunan seorang pastor yang unik.  Pastor ini adalah paus;  bukan Paus berkewenangan  masa lalu tapi paus federatif masa depan.  Ide ini sudah mendapatkan pengesahan dari mayoritas di dunia ini.
            Selain Budda, Hindu, Islam, Yahudi, dan Animist, pertemuan Assisi dihadiri oleh  Pakar Falsafah Carl Friedrich von Weizacker (yang sudah mengusulkan “konsili Damai” Kristen,  archbishop dari Canterbury, Robert Runcie, Sekretaris Jenderal dari  WWC, Emili Castro, demikian juga oleh wakil dari Lutheran, Baptis, dan Federasi Metodis Sedunia. Hanya sedikit saja seperti orang Waldenses, tidak hadir atau membicarakan “Penggabungan kesalahan”  atau  “penggabungan yang adil”  (M. LeFebvre).
            Dunia.   Vatican II menerangkan gereja sebagai “Sakramen Keselamatan keseluruhan.”  Melalui gereja Allah mencurahkan “Kebenaran dan Kasih Karunia” ke dalam duna; itulah sebabnya mengapa gereja di analogikan kepada Anak Allah Sendiri.  Sebab itu kita janganlah terpukau  bahwa paus juga membuat pengakuan menjadi “Bapa semua manusia.”
            Dalam surat ensiklil yang pertama, Redemptor hominis (1979), Yohanis Paulus II menyatakan bahwa keselamatan tidak dapat diperoleh melalui politik (nampaknya ini melawan akan “theologi liberasi”), tapi itu adalah fungsi dari sarana keselamatan seluruh dunia adalah milik gereja dengan tujuan menuntun seluruh dunia ke dalam “kebudayaan kasih.”
            Di dalam surat ensiklil kedua, Dives in misericordia, paus menjadi  penasihat apokaliptik dunia, sangat bertentangan kepada optimisme Yohanis XXIII yang sedang berjalan.   Dunia ini diancam oleh materialisme Ilmu pengetahuan dan kemajuan tehnis sudah serba salah.  Senjata atom sanggup menghancurkan dunia. Tapi Allah menunjukkan kemurahanNya  melalui gereja yang menjadi pengantara Kristus dan memiliki pengantaraan Mariam.
            Itulah sebabnya mengapa, menurut kepada sekretaris pribadinya Emery Kabongo,  paus tidak salah lagi sudah berada pada jalan agar dapat menyelamatkan dunia (“Paus adalah sama dengan Herkules rohani….mencoba untuk mencegah nuklir Harmagedon”)  Paus diharapkan “untuk menunjukkan jalan masa depan”  Apa yang diharapkan dari PBB sebelumnya, adalah diharapkan oleh paus dewasa ini; ialah, menjadi jurubicara “hati nurani dunia,”  “ajakan pengadilan yang tertinggi  untuk keamanan dari pesemakmuran umum.
            Intervensi Yohanis XXIII di krisis Kuba dianggap menjadi “keselamatan perdamaian dunia,”  dan  Yohanis Paulus II nasihatnya didalam perang Falklands dan didalam petentangan  antara Chile dan Argentina  menjadi “faktor penting didalam politik dunia.”
            Sejak dibukanya hubungan politik dengan kekuatan dunia yang terbesar pada tahun  1984,  maka Vatikan yang kecil itu dianggap “bangsa dunia” (U.S, senator Quayle, kemudian menjadi wakil president).   Pengaruh politiknya  melalui kedudukannya adalah dianggap lebih dari apa yang dapat dipercaya.   Berlawanan dengan Tuhan gereja (Matius  20:25-28), wilayah kekuasaan dan kuasa,  walaupun didalam bentuk kewenangan  baru dan tertinggi, bujukan secara moral, adalah  “katagori kunci dari cara pemikiran Yohanis Paulus II.”  Sama dengan Pius XII, dia muncul untuk mempertaruhkan segala sesuatu pada Amerika Serikat,  menahan akan politik timur sebelumnya.
            Aspek ganda dari cara dia memberikan wejangan, perpaduan dari keramahan dari Yohanis XXIII dan sifat keras seperti besi dari Pius XII, menyebabkan musuh dari Gereja Katolik melihat dia sebagai “sosok paus yang paling berbahaya sejak Pius IX,”  dan ada kemungkinan menerangkan  percobaan pembunuhan pada  13 Mei  1981, juga.  Namun bagi “John Doe Consumer,”  “Bapa cepat” adalah “Show-masternya Allah” menjual dirinya dengan  metode iklan paling modern sebagai pemimpin moral dunia,  dan bersahabat dengan  para pemimpin dunia (Ronald Reagan, Elizabeth II, King Juan Carlos, Jaruzelski, dan Hermut Schmidt)  mendapat pujian dari  pemerintah non Kristen (Raja Hassan dari Maroko)  sebagai  “pendidik orang muda,”   dinyatakan oleh Protestan Inggris dan disebut “Kekasih Amerika” oleh Rosalyn  Carter. Kepada “paus dapat di jamah”   dipuji oleh pemuda Argentina,  “seluruh dunia mencintai anda, dan  orang yang memadati Halaman St. Peter berteriak , “Anda lebih kuat dari supermen.”   Para biarawati  Italia Selatan menyatakan  apa yang banyak kaum wanita pikirkan :  “Dia adalah lebih ganteng dari Yesus Kristus.”
            Dengan sadar, Yohanis Paulus II memelihara gambar sebagai bapa dunia yang populer :  seperti anggota tim kesebelasan  FC Barcelona dan Schalke 04,  dengan menggendong bayi di India, dengan Borris Becker di Vatikan,  sebagai rasul perdamaian pada Mont Blanc, dicium oleh anak wanita di Australia, dan sebagai pengkhotbah TV pada Renungan untuk Hari Minggu di TV Jerman. Bagi bintang sepak bola Horst Hrubesch beraudiensi dengan Paus adalah “Saat yang paling besar didalam hidupnya”;  bintang ski P. Zurbriggen menganggap pertemuannya dengan paus bernilai melebihi dari medali emasnya; dan mantan Chancellor Helmut Schmidt  seorang Protestan ingin membuat pengakuan  kepada Yohanis Paulus II.
            Di dalam cara ini Yohanis Paulus II nampak seperti apa yang dia inginkan – dia adalah pejuang hak asasi dan perdamaian, pemimpin moral yang dapat dipercaya,  kekasih acara misa, superstar untuk media massa,  “hampir sama dengan  Mesias yang baru,”  dalamnya adalah harapan dunia.

Konsevatif Besar.
            Di dalam upaya untuk menggunakan keterbukaan praktek secara luar  didalam gereja juga, Yohanis XXIII sudah dicelah oleh pakar teologi untuk membawakan  “kejatuhan Gereja.”    Oleh sebab itu, Paulus VI dengan cermat berbalik dari  “giovannisme” kepada “reditus ad domum,” kepada  Romanisme dan Kepausan.  Para tradisionis menuntut, Yohanis XXIII  harus diperbaiki.”   Namun, arah seimbang dari Paulus VI nampaknya bagi mereka menjadi pengkhianatan akan  Katolik tradisional. Oleh sebab itu, Yohanis Paulus II,  dianggap menjadi  “kesempatan terakhir untuk berbalik kembali.”
            Nonreformer secara pasti, datang dari satu negara katolik yang konservatif, tidaklah mengecewakan  para tradisionalist sampai sekarang.  Menurut seorang pakar teologi terkenal dari Gereja Katolik, kita sekarang didalam “musim dingin.”  Penganut oikumene dan para progresif sedang membicarakan  “stagnasi dan kemunduran” atau “pemulihan dan inquisisi”:  pakar Vatikan melihat meluasnya  “kontra reformasi.”  (Giancarlo Zizola).
            Struktur.  Ari luar kelihatanya sangat bersahabat, paus dengan tegas menekankan dogma tradisional didalam gereja:  keunggulan  jurisdiction, infalibilitas, Marianisme.  Dengan penunjukkan kardinal J. Ratzinger sebagai kepala Congregation of Doctrine (dulunya  Kedudukan Suci dari Inquisition) maka pemulihan sudah menemukan kepada yang kompeten, tapi juga teguh dalam pendirian.
            Praktek  pemecatan para imam, yang sangat tersebar dibawah Paus VI, sudah dihentikan.  Moral doktrin tradisional mengenai  KB sedang di jalankan terus, demikian juga hukum pelarangan menikah.  Penyimpanan dokumen Inquisisi masih tetap tertutup seperti sebelumnya.  Untuk pastinya, sejak Vatican II index tua ini sudah mati, tapi pengarang yang tidak berkenan masih dapat diperiksa secara ketat dan dipanggil untuk menyangkal tanpa ada kemungkinan sedikitpun untuk membenarkan diri mereka.
            Caranya paus memerintah dewasa ini  hanya dapat  menemukan paralelnya didalam  kediktatoran. Sebagai indikator, mari kita mengambil contoh dari CIC baru (Courpus iuris canonici) didirikan pada thaun  1983,  secara terpusat mengandung,  fungsi-fungsi secara keseluruhan didalam lingkupan Vatikan I dan menyatakan  “kemunduran”  sehubungan dengan Vatikan II, menurut  K. Rahner.  H. Kung berbicara mengenai  “pengkhianatan” dari dewan.  Sementara  dewan berulang membicarakan mengenai “pelayanan” (munus), CIC terus membicarakan  mengenai “kuasa” (potestas).
            “Oleh jasa jabatannya maka paus memiliki kuasa tertinggi, penuh, segera, secara umum di dalam gereja yang dia secara bebas dapat menggunakan kapan saja. . .Itu adalah hak yang diberikan Allah. . . .Dia ada diatas dewan atau  para bishop, keputusan tidak menuntut konfermasi  sama saja dengan tidak ada permintaan (permohonan) kepada pengadilan lebih tinggi terhadap mereka. . . . Paus adalah legislator yang tertinggi,  hakim tertinggi,  pemilik kuasa eksekutif  tertinggi. . . Keputusannya ‘ex cathedra’  adalah tidak bersalah dan mengikat atas seluruh gereja tapi tidak menuntut persetujuan dari gereja.   Sebagai bishop dalam pelayanan kepada  orang kudus dia adalah imam besar yang membagikan  rahasia Allah. . . .kekuasaan paus adalah universal.”  CIC. Cann.  332,333.
            Memang secara luar dia kelihan sebagai  bapa yang ramah tama umat manusia,  meninggalkan tiara dan berjalan kaki telanjang, dia secara dalam adalah “Sanctissimus Pater, Dominus apotolicus, yang lencananya adalah takhta, tongkat gembala, dan lambangnya adalah tiara tua.   Para bishop tetap sebagai “ciptaannya” seperti sebelumnya, dan semua penunjukan para  profesor teologi harus melalui Roma.
Teologi :  Paulus VI masih mencoba untuk bertoleransi pakar teologi kiri tanpa mencabut para pakar teologi yang tidak puas dari mission canonica, Yohanis Paulus II memilih masalah disiplin yang jelas.  Sejak dia memegang jabatan, beberapa pakar teologi yang sangat dikenal  sudah dicabut  sertifikasi mengajar (H. Kung, J. Pohier, Ch. Curran),  atau cara kerja inkuisisional yang memalukan sudah dikemukan dan di jalankan melawan mereka (E. Schillebeeckx, A. B. Hasler, L. Boff).   Paus sendiri tetap jauh atau terpisah dari kasus ini.  Juga dia sudah dengan cerdik memberi peluang kepala Congregation of Doctrine untuk menangani akan masalah-masalah menyentuh, seperti masalah dari  “teologi liberasi.”
            Kontribusi paus sendiri (disini lebih untuk Pius XII daripada Yohanis XXIII) adalah suatu Marianisme yang berlebihan.  Untuk Mariam motonya (totus tuus) adalah dimaksudkan sama dengan ciuman akhir dari kehidupan yang akan sirna.  Di atas Mariam dia terus menerus memanggil (engkau, harapan kami,”  “berbicara kepada kami dengan cara anda mengandung tanpa hubungan dengan pria).  Kepada Mariam, dia menghubungkan kelepasannya dari tangan pembunuh, bersama Maria, umat manusia akan masuk ke dalam milinium ketiga; dan Mariam juga adalah jaminan kesatuan seluruh orang Kristen.  Mariam menuntun kepada Kristus.
            Untuk memastikan, maka ensiklilnya  Redemptoris mater (1987)  tetap didalam ikatan dengan Vatican II,  tapi sesungguhnya harus membawakan kekejutan kepada  orang Kristen yang hanya berorientasi kepada Alkitab saja :  “ Mariam tahu jalan kepada kesatuan,”  dia adalah “contoh utama dan terutama sekali untuk menerangi bagi orang Kristen.  Secara alamiah dia adalah anak darah kekal dan ibu dari Gereja. Sejak Pius XII  tidak ada paus yang sangat kuat sekali menekankan pujaan pada Mariam melebihi  Karol Wojtyla (Yohanis Paulus II).
Pergerakan Oikumene.  Sebagai orang Polandia, Yohanis Paulus II tidak mengetahui ada kelenturan oikumene.  Bagi dia Kekeristenan adalah sama dengan Katolisisme.   Pembaruan bagi dia berarti pemulihan, dan pemulihan berarti penguatan kewenangan paus dan hirarkinya.   Tidak dapat dikritik namun sungguh-sungguh  paus  sanggup mengucapkan ungkapan seperti, “Kristus sudah memberikan gerejaNya sistim pemerintahan hirarki,” atau  “Kristus secara pribadi sudah memberikan kepada Rasul Petrus dengan keunggulan yuridiksi (hak hukum).
            R. Frieling  berpendapat bahwa pemulihan macam apa saja untuk kesatuan dari semua orang Kristen adalah dimungkinkan untuk paus sekarang hanya didalam bentuk “gereja dunia dibaharui dengan cap Roma.  Itu berarti bukan kembali ke, tapi  “kedepan ke Roma.”  Gereja dunia ini paus melihat hanya pada waktu yang akan datang, pada satu ketika dalam milinium ketiga. Sampai waktu itu maka program dibawah ini akan diungkapkan :
  1. Pelayanan kesatuan adalah tugas unggulan dari bishop Roma.
  2. Tanpa kedudukan Petrus  tidak akan ada kesatuan dari gereja yang kelihatan.
  3. Kesatuan menyatakan kesatuan iman, kehidupan sakramen, dan hubungan hirarki.
  4. Dialog para pakar teologi harus tunduk kepada pengawasan magisterium kepausan.
  5. Komunion Eukaristia adalah tujuan yang hanya dapat dicapai pada akhir.

Didalam arti ini permohonan Protestan untuk communion ini harus nampak sebagai diobati dengan baik “dibeli melalui Roma.  Roma menjaga jarak aman dengan para oikumenis Protestan,  adalah menuntut satu konsesi secara berurutan (Paus adalah bukan antikristus, Gereja Roma bukan gereja murtad), dan sedang menjanjikan kesatuan dibawah kepausan pada satu waktu dalam milinium ketiga.
      Dalam opini dari F. Kluber, profesor  Sosial doktrin Katolik,  apabila Roma mempunyai kuasa dari paus abad pertengahan,  itu akan tetap bertindak tidak bertoleransi  seperti pada waktu itu. Apa yang dulu seakan dipaksakan dengan kekuatan dewasa ini sedang diusahakan dengan diplomasi sabar dan perhitungan. Didalam hal ini wajah depan  dapat tetap dipertahankan didalam pergerakan terus menerus oleh model sensational dari kedua sisi ( Rencana  Rahner-Fries;  Persatuan Lutheran Sedunia  “Mendamaikan perbedaan”;  O. Cullmann “Kesatuan dalam keanekaan”; E. Geldbach   “Pergerakan Oikumene dibandingkan.”)   Tapi tanpa Roma tidak ada yang akan terjadi, dan Roma mempunyai cukup kesabaran.  Dia berpikir selama berabad.

Ringkasan

Gambaran yang ditawarkan oleh Katolik dan kepausan di permulaan milinium ketiga ini nampaknya agak berbeda dari apa yang di paparkan selama waktu perkembangan gereja Advent. Di satu pihak  pengakuan agama  sudah memanas diseberang semua batasan (Vatican I – Dogma Infalibilitas; dogma mengenai Mariam; Vatican II – gereja sebagai sakramen keselamatan).
      Di lain pihak gereja Roma sudah membuka dan menyesuaikan dirinya kepada cara berpikir barat modern (Vatican II – kebebasan beragama; gereja dan dunia dan pergerakan oikumene).
      Meskipun pada abad ke 19 Kepausan masih tetap kelihatan menjadi perlindungan kegelapan, reaksi agama, dewasa ini itu muncul menjadi central moral dunia,  bekerja dan membujuk tanpa menggunakan kekuatan luar kecuali suatu ajakan kepada hati nurani.  Untuk pastinya,  tujuan masih tetap sama; unifikasi dunia dibawah gembala dunia; keselamatan “dunia yang sakit” melalui  “kebudayaan kasih” dibawah pemimpin paling terkenal dan dicintai.  Gereja Roma dan Kepausan nampaknya sudah menjadi lebih rumit dan terselubung daripada sebelumnya.
(Ulasan ini di dasarkan pada  bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan ke absahannya dalam bidang literatur)